desynurafriani

Just another WordPress.com site

Konflik Antar Pribadi

pada Oktober 16, 2012

Konflik Antar Pribadi

Aspek-aspek konflik antarpribadi(interpersonal) atau antarindividu merupakan suatu dinamika penting perilaku organisasional. Tipe konflik anatrpernanyang juga dibahas di muka tentu saj mempunyai implikasi-implikasi anatarpribadi, Dan konflik organisasi yang akan dibahas si belakang.  Tetapi bagian ini secara khusus membicarakan penganalisaan konflik yang ditimbulkan oleh dua atau lebih orang yang berinteraksi dengan orang lain. Salah satu penanganan analitis konflik antarpribadi dapat diperoleh dengan mempelajari berbagai cara berbeda yang dipergunakan dengan mempelajari berbagai cara berbeda yang dipergunakan seorang “pribadi” untuk berinteraksi dengan pribadi-pribadi lain.

Jendela Johari

Suatu kerangka yang semakin terkenal untuk menganalisa dinamika interaksi antara seseorang dengan orang-orang lain adalah “jendela johari” (johari window). dikembangkan oleh Joseph Luft Dan Harry Ingham (sehingga bernama johari), model ini dapat digunakan untuk menganalisa konflik antarpribadi. Model membantu identifikasi beberapa pola hubungan antarpribadi, menunjukan berbagai karakteristik dan hasil pola-pola tersebut dan mengemukakan cara-cara penyelesaian berbagai konflik yang mungkin berkembang antara seorang dan orang-orang lain.

Dalam istilah-istilah sederhana, seorang pribadi dapat dipandang sebagai “saya” dan orang-orang lain dipandang sebagai “kamu” dalam interaksi dua orang. Berikut ini akan diringkas empat sel.

Dalam jendela johari atas dasar apakah seseorang  mengetahui tentag dirinya dan/atau orang lain:

  1. Pribadi terbuka (open shef). Dalam bentuk interaksi ini orang mengenal dirinya sendiri dan orang lain.
  2. Pribadi tersembunyi (hidden self). Dalam situasi ini orang mengenal dirinya sendiri tetapi tidak mengenal pribadi orang lain.
  3. Pribadi buta (blind self). Dalam situasi ini orang mengenal pribadi orang lain tetapi tidak mengenal dirinya sendiri.
  4. Pribadi tak dikenal (undiscover self). Ini secara potensial merupakan situasi yang paling eksplosif. Orang tidak mengenal baik dirinya maupun orang lain, ada banyak kesalahpahaman, dan konflik antarpribadi hampir pasti akan terjadi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: