desynurafriani

Just another WordPress.com site

Soal Teori Organisasi Umum-PG

SOAL TEORI ORGANISASI UMUM-PG

1. Yang bukan termasuk  Dalam jendela johari “atas dasar apakah seseorang  mengetahui tentag dirinya dan/atau orang lain” adalah?

Jawab:

a. Pribadi terbuka (open shef).

b.Pribadi tersembunyi (hidden self).

c.Pribadi buta (blind self).

d.Pribadi tak dikenal (undiscover self).

e. Pribadi terselubung (veiled self).

2. Dibawah ini yang bukan strategi penyelesaian konflik adalah?

Jawab:

a. Melakukan dan menerapkan konsep bekerja yang berkolaborasi dan menjauhi sikap kerja yang bersaing secara negative.

b. Menerapkan konsep adaptasi terhadap dimana perusahaan tersebut berada.

c. Menerapkan strategi untuk memberikan perlawanan.

d. Menerapkan konsep yang realistis yaitu sesuai dengan SWOT perusahaan.

e. Menerapkan metode penyelesaian konflik. Menurut T. Hani Handoko,

3. Yang termasuk dari teori motivasi yang dikemukakan oleh Herzberg adalah?

Jawab:

a. Tipe manusia dengan posisi teori X

b. Motivation factors

c. Team management

d. Tipe manusia dengan posisi teori Y

e. Esteem needs

 

Tinggalkan komentar »

Soal Teori Organisasi Umum-essay

SOAL TEORI ORGANISASI UMUM-ESSAY

1. Berbagai faktor dapat menjadi sumber konflik, antara lain salah satunya Ketegantungan satu arah jelaskanlah apa yang anda ketahui tentang ketergantungan satu arah?

Jawab: ketergantungan satu arah yaitu bila satu unit kerja secara unilateral tergantung dari unit kerja lainnya. Contohnya dalam kasus seperti ini seberapa besar potensi konflik atau kooperasi sangat tergantung pada cara situasi tersebut dikelola.

2. Apa definisi dari motivasi yang anda ketahui ?

Jawab: Motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan.

3. Sebutkan bentuk-bentuk motivasi?

 Jawab: Bentuk-bentuk Motivasi terbagi dua yaitu:

  • Motivasi Ekstrinsik (dari luar), dan
  • Motivasi Intrinsik (dari dalam diri seseorang/kelompok)
Tinggalkan komentar »

Teori Organisasi Umum

Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

Konflik struktural

Konflik struktural

Dalam organisasi klasik ada empat bidang struktural di mana konflik sering terjadi:

  1.       Konflik hirarkis, yaitu konflik antar berbagai tingkatan organisasi.
  2.       Konflik fungsional, yaitu konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.
  3.       Konflik lini-staf, yaitu konflik antar lini dan staf.
  4.      Konflik formal-informal, yaitu konflik antar organisasi formal dan informal.

Desain organisasi modern juga mengandung situasi-situasi konflik potensial. Secara struktual, Menciptakan konflik, manajer  proyek dengan tanggung jawab tetapi tanpa wewenang, dan manajer pada suatu struktur matriks dengan seorang atasan fungsional serta pimpinan proyek menyajikan situasi-situasi konflik. Seperti telah dikemukakan di muka, bahwa keberadaan konflik dalam desain organisasi modern juga dapat menunjukan manfaat. Dalam banyak kasus desain organisasi, konflik ternyata dapat sangat membantu manajemen.

Tinggalkan komentar »

Konflik Antar Pribadi

Konflik Antar Pribadi

Aspek-aspek konflik antarpribadi(interpersonal) atau antarindividu merupakan suatu dinamika penting perilaku organisasional. Tipe konflik anatrpernanyang juga dibahas di muka tentu saj mempunyai implikasi-implikasi anatarpribadi, Dan konflik organisasi yang akan dibahas si belakang.  Tetapi bagian ini secara khusus membicarakan penganalisaan konflik yang ditimbulkan oleh dua atau lebih orang yang berinteraksi dengan orang lain. Salah satu penanganan analitis konflik antarpribadi dapat diperoleh dengan mempelajari berbagai cara berbeda yang dipergunakan dengan mempelajari berbagai cara berbeda yang dipergunakan seorang “pribadi” untuk berinteraksi dengan pribadi-pribadi lain.

Jendela Johari

Suatu kerangka yang semakin terkenal untuk menganalisa dinamika interaksi antara seseorang dengan orang-orang lain adalah “jendela johari” (johari window). dikembangkan oleh Joseph Luft Dan Harry Ingham (sehingga bernama johari), model ini dapat digunakan untuk menganalisa konflik antarpribadi. Model membantu identifikasi beberapa pola hubungan antarpribadi, menunjukan berbagai karakteristik dan hasil pola-pola tersebut dan mengemukakan cara-cara penyelesaian berbagai konflik yang mungkin berkembang antara seorang dan orang-orang lain.

Dalam istilah-istilah sederhana, seorang pribadi dapat dipandang sebagai “saya” dan orang-orang lain dipandang sebagai “kamu” dalam interaksi dua orang. Berikut ini akan diringkas empat sel.

Dalam jendela johari atas dasar apakah seseorang  mengetahui tentag dirinya dan/atau orang lain:

  1. Pribadi terbuka (open shef). Dalam bentuk interaksi ini orang mengenal dirinya sendiri dan orang lain.
  2. Pribadi tersembunyi (hidden self). Dalam situasi ini orang mengenal dirinya sendiri tetapi tidak mengenal pribadi orang lain.
  3. Pribadi buta (blind self). Dalam situasi ini orang mengenal pribadi orang lain tetapi tidak mengenal dirinya sendiri.
  4. Pribadi tak dikenal (undiscover self). Ini secara potensial merupakan situasi yang paling eksplosif. Orang tidak mengenal baik dirinya maupun orang lain, ada banyak kesalahpahaman, dan konflik antarpribadi hampir pasti akan terjadi.

Tinggalkan komentar »

Sumber-sumber konflik organisasi

III. SUMBER-SUMBER KONFLIK ORGANISASI

Berbagai faktor dapat menjadi sumber konflik, antara lain faktor psikologis yang bersumber dari sifat-sifat individual karyawan. Lalu konflik antar individu (Interpersonal Konflic) , konflik antar kelompok (Intergrup Konflic), namun di sini dikonsentrasikan pada konflik yang bersumber secara struktural.

  1. Saling ketergantungan tugas. Bila dua atau lenih unit kerja saling tergantung untuk kerjasama, informasi, ketaatan, atau kegiatan koordinatif lainnya.
  2. Ketegantungan satu arah. Bila satu unit kerja secara unilateral tergantung dari unit kerja lainnya.dalam kasus seperti ini seberapa besar potensi konflik atau kooperasi sangat tergantung pada cara situasi tersebut dikelola. Kadang-kadang konflik muncul bila seluruh kelompok yang terlibat diberi terlaul banyak pekerjaan. Tekanan diantara berbagai macam kelompok akan naik, dan mereka saling menyalahkan atau melepar tanggung jawab. Konflik mungkin juga memanas bila pekerjaan didistribusikan secara sama tetapi penghargaan-penghargaan diberikan secara berbeda-beda. Konflik potensial adalah terbesar bila suatu unit tidak dapat mulai pekerjaannya karena harus menunggu penyelesaian pekerjaan unit lain.
  3. Diferensiasi horizontal yang tinggi. Bila unit-unit kerja memiliki tujuan, organisasi waktu, dan filsofi yang berbeda, seperti produksi, pemasaran, dan keuangan.
  4. Formalisasi yang rendah. Bila tidak ada pedoman, manual, dan standarisasi, maka perselisihan mudah timbul.
  5. Kelangkaan sumber-sumber. Bila unit-unti kerja tergantung dari fasilitas, tenaga, dana, dan anggaran yang terbatas. Bila setiap satuan dalam suatu organisasi mempunyai sumber daya terbatas, masalah bagaimana membaginya merupakan konflik potensial. Sumber daya-sumber daya tersebut harus dialokasikan, sehingga beberapa kelompok tak terelakkan akan mendapatkan lebih sedikit dari pada yang mereka inginkan atau butuhkan. Konflik dapat timbul karena kelompok-kelompok organisasi bersaing untuk memperebutkan bagian terbesar sumber daya-sumber daya yang tersedia.
  6. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan. Seperti telah kita ketahui, kelompok-kelompok organisasi cenderung menjadi terspesialisasi atau dibedakan karena mereka mengembangkan berbagai tujuan, tugas dan personalia yang tidak sama. Perbedaan-perbedaan ini sering mengakibatkan konflik kepentingan atau prioritas, meskipun tujuan organisasi sebagai keseluruhan telah disetujui. Sebagai contoh, departemen penjualan mungkin menginginkan penetapan harga rendah untuk menarik lebih banyak langganan, sedangkan departemen produksi mungkin menghendaki harga lebih tinggi untuk menutup biaya-biaya produksi. Karena para anggota setiap departemen mengembangkan berbagai tujuan dan sudut pandangan yang berbeda-beda, mereka sering menghadapi kesulitan untuk menyetuju program-program kegiatan.
  7. Perbedaan kriteria evaluasi. Bila unit-unit kerja dinilai prestasinya secara terpisah, dan bukan atas dasar presentasi bersama.
  8. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi. Perbedaan-perbedaan tujuan di antara para anggota  berbagai satuan dalam organisasi sering berkaitan dengan berbagai perbedaan sikap, nilai-nilai dan persepsi yang dapat menimbulkan konflik. Sebagai contoh, para manajer tingkat atas, yang terlibat dengan pertimbangan-pertimbangan jangka panjang hubungan manajemen-serikat buruh, mungkin ingin menghindari penetapan perjanjian-perjanjian, dan mungkin malah mencoba untuk membatasi fleksibilitas para penyelia lini pertama. Para anggota departemen teknis mungkin menggunakan kriteria nilai-nilai mereka atas dasar kualitas produk, kecanggihan desain dan daya tahan, sedangkan para anggota departemen pabrikasi mungkin mendasarkan nilai-nilai mereka pada kesederhanaan desain dan biaya-biaya produksi yang rendah. Ketidaksesuaian nilai-nilai tersebut dapat menimbulkan konflik.
  9. Kemenduaan organisasional. Konflik antarkelompok dapat juga berasal dari tanggung jawab kerja yang dirumuskan secara mendua (ambiguous) dan tujuan-tujuan yang tidak jelas. Seorang manajer mungkin mencoba untuk memperluas peranan kelompok kerjanya, usaha ini biasanya akan menstimulasi para manajer lain untuk “mempertahankan lading mereka”. Di samping itu, komunikasi yang mendua dapat menyebabkan konflik pengertian yang berbeda bagi kelompok-kelompok yang berbeda.
  10. Pembuatan keputusan bersama. Proses pembuatan keputusan bersama menumbuhkan peluang perselisihan dan ketidakcocokan.
  11. Ketidakselarasan status. Peranan suatu profesi dalam suatu organisasi yang tidak sesuai dengan statusnya secara umum.
  12. Ketidakpuasan. Perasaan ketidakpuasan atas perlakuan bisa menimbulkan ketidakpuasan dan konflik.
  13. Distrosi komunikasi. Hambatan, ketidakjelasan, penahanan dan pemutarbalikan informasi baik sengaja maupun tidak sengaja.
  14. Gaya-gaya individual. Banyak orang menyukai konflik, debat dan ada argumentasi, dan bila hal ini dapat dikendalikan maka dapat menstimulasi para anggota organisasi untuk meningkatkan atau memperbaiki prestasi. Tetapi bila hal itu mengarah ke “peperangan”, akan menimbulkan konflik. Pada umumnya, potensi konflik antarkelompok adalah paling tinggi bila para anggota kelompok sangat berbeda dalam hal cirri-ciri seperti sikap kerja, umur dan pendidikan .
Tinggalkan komentar »

KORUPSI

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar belakang masalah

Sering kita mendengar kata yang satu ini, yaitu “KORUPSI”, korupsi adadisekeliling kita, mungkin terkadang kita tidak menyadari itu. Korupsi bias terjadi dirumah, sekolah, masyarakat, maupun diintansi tertinggi dan dalam pemerintahan. Mereka yang melakukan korupsi terkadang mengangap remeh hal yang dilakukan itu. Hal ini sangat menghawatirkan, sebab bagaimana pun, apabila suatu organisasi dibangun dari korupsi akan dapat merusaknya.

Dari kenyataan diatas dapat ditarik dua kemungkinan melakukan korupsi, yaitu: Metode yang digunakan oleh pendidik belum sesuai dengan kenyataannya, sehingga pelajaran yang diajarkan tidak dapat dicerna secara optimal oleh anak didik

Kita sering menganggap remeh bahkan malas untuk mempelajari hal ini , karena kurangnya moyivasi pada diri sendiri, sehingga sering sekali berasumsi “untuk apa mempelajari “ padahal itu sangat penting untuk diketahui agar tahu hak dan kewajiban kita untuk Negara ini.

 

1.2. Perumusan Masalah

1.2.1 . Apa pengertian korupsi?

1.2.2. Apa pengertian korupsi secara hokum?

1.2.3. Apa dampak negative dari korupsi?

1.2.4. Contoh kasus korupsi dalam kehidupan sehari hari?

1.2.5. Apa akibat dari korupsi?

 

 

1.3.Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi semester genap (VI) dan member keterangan masyarakat bagaimana cara meneliti dengan langkah membaca buku-buku

1.4. Metode penelitian
Penulis meneliti dengan cara membaca buku-buku itu kita ambil data-data yang diperlukan

1.5.Kegunaan penelitian
penelitian ini berguna bagi pembaca, adik adik kelas dan masyarakat banyak dan menambah pengetahuan dalam bidang pengetahuan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1. Apa pengertian korupsi?

Korupsi berasal dari bahasa latin corupto cartumpen yang berarti; busuk atau rusak. Korupsi ialah prilaku buruk yang dilakukan pejabat publik secara tadak wajar atau tidak legal untuk memparkaya diri sendiri.

Dari segi hukum korupsi mempunyai arti

a. Melawan hokum

b. Menyakahgunakan kekuasaan

c. Memperkaya diri

d. Merugikan keuangan Negara

Menurut perspektif hukum, pengertian korupsi secara gambling dijelaskan dalam UU No 31 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana.

2.2. Apa pengertian korupsi secara hokum?

Merupakan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuanperaturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Pengertian “ korupsi “ lebih ditekankan pada pembuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas atau kepentingan pribadi atau golongan.

Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN)

– Korupsi yaitu menyelewengkan kewajiban yang bukan hak kita

– Kolusi ialah perbuatan yang jujur, misalnya memberikan pelican agar kerja mereka lancar, namun memberikannya secara sembunyi-senbunyi.

Nepotisme adalah mendahulukan orang dalam atau keluarga dalam menempati suatu jabatan.

Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencangkup unsure-unsur sebagai berikut :-Perbuatan melawan hokum Penyalahgunaan kewenangan-Merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara

2.3. Apa dampak negative dari korupsi?

Korupsi menunjukkan tantangan serius terhadap pembangunan didalam dunia politik , korupsi mempersulitr demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance).

 

 

 

 

2.4. Contoh korupsi dalam kehidupan sehari-hari?

Nyogok agar lulus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Hal yang demikian ini merupakan contoh koupsi yang paling sering terjadi setiap tahunnya. Mereka lebiah baik menjual sawah, lading, kebun, atau rumah hanya untuk menyogok agar dirinya biasa lulus menjadi PNS. Hanya orang-orang  yang masih berpaham primitiflah yang mau melakukan hal smacam itu. Sangat merugikjan sekali bagi orang lain dan dirinya sendiri, mereka tidak sadar bahwa gajinya itu adalah dari uangnya sendri

2.5.Apa akibat korupsi?

  1. Berkurangnya kepercayaan terhadap pemerintahan.
  2. Berkurangnya kewibawaan pemerintah dalam masyarakat
  3. Menurunya pendapatan Negara.
  4. Hukum tidak lagi dihormati

 

 

 

 BAB III.

PENUTUP

 

3.1. Kesimpulan

Korupsi ialah perilaku yang buruk yang tidak legal dan tidak wajar untuk memperkaya diri Korupsi dinilai dari sudut manapun ia tetap suatu pelangaran Korupsi mengakibatkan kurangnya pendapatan Negara dan kurangnya kepercayaan  terhadap pemerintah. Dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak dan merobohkan pilar-pilar  korupsi yang menjadi penghambat utama lambatnya pembangunan ekonomi nan paripurna di Indonesia. Korupsi yang telah terlalu lama menjadi wabah yang tidak pernah kunjung selesai, karena pembunuhan terhadap wabah tersebut tidak pernah tepat sasaran ibarat “ yang sakit kepala, kok yang diobati tangan “. Pemberantasan korupsi seakan hanya menjadi komoditas politik, bahan retorika ampuh menarik simpati.

Tinggalkan komentar »

Manusia Dan Harapan

Manusia Dan Harapan

    Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya suatu terjadi; sehingga harapan berarti suatu yang di inginkan dapat terjadi. dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Adapun menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah:

1. Kelangsungan hidup ( Survival ),

2. Keamanan ( Safety ),

3. hak dan kewajiban dicintai dan mencintai ( Be loving and love ),

4. Diakui lingkungan ( Status ), dan

5. Perwujudan cita-cita ( Self actualization ).

Berbagai kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya.

       Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat di bedakan atas:

 1. Kepercayaan pada diri sendiri,

2. Kepercayaan pada orang lain,

3. Kepercayaan pada pemerintah, dan

4. Kepercayaan pada Tuhan.

Penyebab manusia mempunyai Harapan

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

• Dorongan kodrat

Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.

Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.

Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang
salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.

• Dorongan kebutuhan hidup

Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.

Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.

Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah
maupun kemampuan berpikimya.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia
mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan

manusia itu ialah :


a) kelangsungan hidup (survival)

b) keamanan ( safety )

c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)

d) diakui lingkungan (status)

e) perwujudan cita-cita (self actualization)

sumber: http://j-tarjo.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.html

http://ciptaputrapratama.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.html

 

Tinggalkan komentar »

Manusia Dan Kegelisahan

Manusia Dan Kegelisahan 

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasa.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain

Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.

Sebab-sebab Orang Gelisah

  • Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
  • Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
  • Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
  • Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )
  • Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan

Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.

 

3 macam kecemasan yang menimpa manusia

Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

1. Kecemasan Objektif

Adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat bawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu di sekitarlingkungannya.     

2. Kecemasan Neorotis

Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari hati naluri.Menurut Sigmund Freud kecemasan ini dibagi tiga macam yakni ; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia) dan rasa takut lain karena gugup, gagap dan sebagainya.

3. Kecemasan Moril 

Kecemasan ini disebabkan karena kepribadian seseorang. Tiap kepribadian masing-masing manusia memiliki bermacam-macam emosi antara lain isri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering membuat orang merasa kwatir, cemas, takut gelisah dan putus asa. Bila dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Cara mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir secara jernih dan sehat, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Sumber kegelisahan

 

sumber kegelisahan itu bukan dari luar diri, tetapi dari dalam diri. Karena faktor luar diri itu tidak dominan, Meskipun kita mampu menyelesaikan problem itu dengan cara menyelesaikan pokok masalahnya dari luar, tapi ia akan dirundung kegelisahan dalam bentuk lain. Begitu seterusnya tak pernah selesai.

Sebagai contoh, ketika kita berada pada puncak kesedihan karena masalah ekonomi, kadang kita tidak memperhatikan bahwa dititik kulminasi itu ada rasanya. Kita malah terbuai dengan hal lain yang mengganggu pikiran kita. Padahal di titik kesedihan itu ada geliat jiwa yang berpotensi untuk menyelesaikannya. Biarkan jiwa kita merasakan getaran “sedih” itu. Rasakan bagaimana ia menemukan penyelesaian dengan kejernihan hati dan kepasrahan kepada Tuhan, Sang Pemilik Jiwa. Dialah yang memberi ketenangan dan kedamaian hati. Lepaskan duka kita kepada Allah. Biarlah Dia yang membimbing dan menuntun hati kita. Berserah dirilah kepada-Nya secara total.

Sumber: http://chaidarammar.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-kegelisahan-nama-chaidar.html

http://j-tarjo.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-kegelisahan.html

Tinggalkan komentar »

Manusia Dan Tanggung Jawab

Manusia Dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab dapat diartikan sebagai sikap manusia yang murni semua individu itu punya sikap tersebut. Namun tangungjawab sangat sulit sekali dikeluarkan dalam beberapa hal atau kejadian. Sebenarnya rasa itu bukanlah rasa tanggung jawab tapi rasa ketakutan kita untuk melakukan tanggung jawab tersebut, karena takut berakibat sesuatu atau mungkin menimbulkan beban dalam hati, pikirang dan juga kantong kita. Jadi mari kita mengasah rasa tanggung jawab kita dan kita singkirkan rasa takut, beban atau bahkan malu kita demi hidup yang lebih baik.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia ,bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .

Hubungan manusia dan tanggung jawab harus selaras agar bisa membentuk kepribadian manusia itu menjadi bertanggung jawab dalam hal apapun dan hal sekecil apapun. Hal hal kecil pun harus bisa di pertanggung jawabkan karena hal kecil itu sangat mempengaruhi bagaimana manusia itu dapat memahami dan menghayati hal hal yang mungkin saja dianggap sepele menjadi lebih bermakna. Tanpa disadari tanggung jawab pun menjadi sebuah keharusan dan nilai yang harus di penuhi oleh semua manusia tanpa terkecuali. Namun jangan pernah mengartikan tanggung jawab sebagai keharusan dan titik pencapaian tertinggi, karena bila tanggung jawab menjadi beban berat untuk manusia maka menjadi tidak baik. Seperti hal contohnya ketua kelas, dengan tanggung jawab seluruh murid kelas . Jangan sampai ketua kelas merasa terbebani dengan semua tanggung jawab, yang bisa mengakibatkan rasa terbebani bagi ketua kelas itu sendiri. Dan akhirnya bisa menimbulkan stres.

Macam-Macam Tanggung Jawab

a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri

manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.

b. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara

Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.

Sumber:  http://ibnu-taimiyyah.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-tanggung-jawab.html

http://laelatulafifah.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-tanggung-jawab.html

Tinggalkan komentar »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.